{"id":531,"date":"2022-03-10T08:46:51","date_gmt":"2022-03-10T08:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/?p=531"},"modified":"2022-03-14T06:02:51","modified_gmt":"2022-03-14T06:02:51","slug":"pengajian-peringatan-isra-miraj-1443-h-dan-sosialisasi-anti-perundungan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/2022\/03\/10\/pengajian-peringatan-isra-miraj-1443-h-dan-sosialisasi-anti-perundungan-anak\/","title":{"rendered":"Pengajian Peringatan Isra&#8217; Mi&#8217;raj 1443 H dan Sosialisasi Anti Perundungan Anak"},"content":{"rendered":"<p>Banjarnegara,Espegabara- Peringatan Isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan Sosialisasi Perundungan anak dilaksanakan di SMP N 3 Banjarnegara dalam rangka mengisi kegiatan tengah semester genap. Kegiatan yaang dilaksanakan selama dua hari, 9-10 Maret 2022 ini juga sebagai rangkaian kegiatan peringatan hari jadi SMP N 3 Banjarnegara yang ke-43.<br \/>\n\u201cPentingnya kita menjaga shalat agar menjadi pelajar yang sukses dan berprestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat,\u201d ujar H. Ahmad Nafis Atoillah (Pegawas PAI dan Pengasuh Ponpes Miftahus Sholihin) ketika mengisi pengajian hari ke-2 di hadapan siswa. Hikmah Isro Miroj tentang pentingnya menjaga shalat lima waktu juga disampaikan H. Akhmad Khozin Amanulloh, S.Ag (Penyuluh KUA Kecamatan Madukara) ketika mengisi pengajian hari pertama (Rabu,9\/3\/2022). Pengajian Isro Miroj ini sengaja dibagi dua dan dilaksanakan selama dua hari sesuai aturan Pembelajaran Tatap Muka 50%.<br \/>\nSosialisasi tentang perundungan anak disampaikan oleh Purwo Setiono, S.Pd. (Wakasek) dan Eli Kristianingsih, S.Pd. (guru BK) sebelum kegiatan pengajian dilaksanakan. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali siswa SMP N 3 Banjarnegara agar terhindar dari perilaku bullying (perundungan). Menurut KBBI, perundungan berarti proses perbuatan merundung. Merundung artinya menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu. Seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak sesuai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong.<br \/>\nBentuk-bentuk perundungan anak dapat secara verbal, fisik, sosial dan siber. Perundungan verbal, seperti membentak, berteriak, memaki, bergosip, menghina, meledek, mencela, mempermalukan, dan sebagainya. Perundungan fisik, seperti menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, meninju, dan lain sebagainya yang dapat melukai fisik. Perundungan sosial, seperti, mengucilkan, membeda-bedakan, mendiamkan. Perundungan siber dilakukan melalui media sosial dan internet. Misalnya memberi komentar kasar, mengancam atau menyinggung perasaan orang lain. Bentuk perundungan ini makin marak seiring kemajuan teknologi.<br \/>\nUpaya mencegah perundungan dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa percaya diri, sikap tenang dan saling menghormati. Tinggalkan situasi yang tidak aman. Bersikap tidak peduli atau cuek pada situasi semacam itu adalah tindakan yang paling efektif untukmenghindari perundungan orang lain. Jika tidak bisa menghindar, jangan diam. Tumbuhkan keberanian untuk melawan. Bersikap diam hanya akan membuat pelaku merasa lebih hebat dan terus melakukan aksinya.<br \/>\nPenulis: Amar Musodik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarnegara,Espegabara- Peringatan Isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan Sosialisasi Perundungan anak dilaksanakan di SMP N 3 Banjarnegara dalam rangka mengisi kegiatan tengah semester genap. Kegiatan yaang dilaksanakan selama dua hari, 9-10 Maret 2022 ini juga sebagai rangkaian kegiatan peringatan hari <a href=\"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/2022\/03\/10\/pengajian-peringatan-isra-miraj-1443-h-dan-sosialisasi-anti-perundungan-anak\/\" class=\"read-more\">Selengkapnya &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":533,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/531"}],"collection":[{"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=531"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":534,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/531\/revisions\/534"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn3banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}